FILSAFAT PENDIDiKAN
TENTANG
Aliran Filsafat Pendidikan Progesivisme
Disusun Oleh:
MEGA SISKA
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2011
Filsafat adalah hasil pemikiran ahli-ahli filsafat atau filosof-filosof sepanjang zaman di seluruh dunia.Filsafat itu adalah :
- Dapat mempengaruhi sikap hidup,cara berfikir,kepercayaan dan ideologi sesorang.
- Filsafat telah mewarisi subjek atau pribadi sedemikian kauat,sehingga setiap orang menjadi penganut paham filsafat baik secara sendiri maupun tidak sadar.
- Alquran telah di susun dalam suatu sistematik dengan kategori tertentu sehingga melahirkan suatu aliran /suatu ajarn.
Brameid membagi aliran filsafat itu atas 4 bagian yaitu:
1. Esensialisme
2. Progressivisme
3. Perennialisme
4. Reconnstructionisme aliran progressivisme
Aliran Progressivisme
Aliran progressivisme berkembang pada abad ke-20 di terima di Amerika Serikat.Progressivisme artinya adalah aliran –aliran filsafat yang mempertimbangkan tentang masalah –masalah pembaharuan dalam dunia pendidikan yang tujuannya adalah untuk perkembangan yang lebih maju yang bersifat lebih ilmiah dan kodrat sehingga terjadi perubahan baru yang secara nyata bukan hanya sekedar realita tetapi benar-benar nampak fungsi dan kegunaannya.
Sifat utama dari pragmatisme mengenai realita, sebenarnya dapat dikatakan John Dewey, dalam bukunya yang berjudul Creative Intelligence, mengatakan;“….. dengan tepat bahwa tiada teori realita yang umum”. Ontologi progresivisme mengandung pengertian dan kualitas evolusionistis yang kuat. Pengalaman diartikan sebagai ciri dinamika hidup, dan hidup adalah perjuangan, tindakan dan perbuatan. Manusia akan tetap hidup berkembang, jika ia mampu mengatasi perjuangan, perubahan dan berani bertindak.
Penggunaan progresivisme diantaranya adalah :
1. Fleksibel
2. Berani
3. Toleran
4. Bersifat terbuka
5. Mempunyai jiwa dan semangat penyelidik
6. Pantang menyerah
7. Mau mendengar kritikan orang lain
8. Manusia sebagi subjek yang memeiliki kemampuan
9. Perubahan yang cepat dari pola kebudayan bangsa
10. Perubahan cepat menuju pola kebudayaan baru yang sedang dalam proses pembinaan.
Latar belakang lahirnya aliran resivisme:
1. Filsafat mempunyai watak
a. Negatif dan diagnostik adalah arti terhadap otorialisme dan absolutisme dalam segala bentuk .
b. Posotivisme dan remedial adalah menyatakan manusia itu sebagai subjek yang memiliki potensial ilmiah untuk menghadapi dan mengatasi problem hidupnya.
2. Potensi intelegensi manusia sebagai kekuatan antara manusia yang di gunakan sebagai alat untuk hidup dan bisa di gunakan untuk menguji suatu situasi
3. Lingkungan hidup mempengaruhi perubahan kepribadian lingkungan hidup yang penuh tantangan didalamnya akan mendorong manusia untuk berjuang dan berkembang demi kehidupannya.
A.Pandangan Ontologi Proresivisme
1. Azas heribry atau azas keduniawian adalah disiplin ilmunya universal yang berarti amat luas dan tak terbatas dengan kata lain kenyataan yang berlansung dalam kehidupan manusia
2.Pengalamaan suatu relita yang telah meresap dan membina pribadi,contoh: Pengalaman sedih,kegembiraan ,keindahan cinta dsb.
3.Pemikiran sebagai fungsi manusia yang unik atau pemikiran apa-apa yang dilakukan manusia tsb.
Sifat-sifat pengalaman
a. Pengalaaman itu dinamis adalah dalam kehidupan terjadi perubahan yang terjadi terus-menerus
b. Pengalalaman itu temporal adalah terjadi perobahan dan perbedaan dari waktu ke waktu
c. Pengalaman itu spatial adalah terjadi disuatu tempat dalam lingkungan manusia
d. Pengalaman itu pluralistis adalah pengalaman itu terjadi seluas adanya interaksi sedalam mana individu terlibat
B.Pandangan Epistimologi Progresivisme
Dalam epistemologi, rasional berarti suatu pandangan bahwa akal adalah instrument utama bagi manusia untuk memperoleh pengetahuan. Empirik adalah sifat pandangan bahwa persepsi indera adalah media yang memberikan jalan bagi manusia untuk memahami lingkungan. Fakata yang masih murni saja – yang belum diolah atau disusun – belum merupakan pengetahuan. Sehingga masih membutuhkan pengorganisasian tertentu dari “bahan-bahan mentah” tersebut.
Dari sini, epistemologi adalah bidang tugas filsafat yang mencakup identifikasi dan pengujian kriteria pengetahuan dan kebenaran. Pernyataan kategoris yang menyebutkan bahwa “ini kita tahu” atau “ini adalah kebenaran” merupakan pernyataan-pernyataan yang penuh dengan makna bagi para pendidik karena sedikit banyak hal tersebut bertaut dengan tujuan pendidikan yang mencakup pencarian pengetahuan dan perburuan kebenaran.
1. Pengetahuan dan Kebenaran
Maksudnya adalah pengetahuan dan kebenrannya adalah kemampuan suatu ide unutk memecahkan suatu problem karena iu kebenran merupakan konsekuensi suatu ide,realita pengetahuan dan berdaya guna dalam kehidupan.
2. Pengetahuan itu bersifat Positif
a. Pengetahuan produk aktifitas baik terhadap tuntunaan lingkungan maupun terhadap pengalaman yang di hadapi untuk memenuhi tuntunan masa depan
b.Pengetahuan itu mengalami proses penyempurnaan
3.Kebenaran bersidat aktif
Karena kebenaran ini adlah hasil dari suatu pengetahuan ,hasil pemilihan dalam proses pemecahan maslah ,untuk pemecahan masallah itu tidak mungkin tanpa pengetahuan.
4.Intelegensi dan Opreasionalisme
-Intellegensi adalah lemampuan untuk menghasilakn kembali untuk suatu alternatif maupun konsekuensi yang di timbulakn.
-Operasionlaisme adalah memberikan penagrahan dengan cara-cara pendekatan tertentu dlam menfsirkan masalh kemanusiaan.
5.Immediate Experience dan mediate experience
-Immediate experience adalah pengalaman dan kesadaran mnausia
-Mediate experience adlah subjek berada antara keadaaan kehilangan kesimbangan dengan adanya kesimbangan subjek berada antara terganggu dan tenang
Tahap-tahap proses berfikir dalam memecahkan problem :
a. Adanya ransangan pronlem yang menganggu kesimbangan subjek
b. Subjek kehilangan keseimbangan dan memang apakah problem ini sebenarnya
c. Timbulnya cara pemikiran subjek cara pemecahan masalah
d. Subjek memilih pemecahan masalah yang efektif
e. Subjek melakukan tindakan
C. Pandangan Exiologi Progresivisme
Aksiologi bisa disebut sebagai the theory of value atau teori nilai. Bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad), benar dan salah (right and wrong), serta tentang cara dan tujuan (means and ends). Aksiologi mencoba merumuskan suatu teori yang konsisten untuk perilaku etis. Ia bertanya seperti apa itu baik (what is good?). Tatkala yang baik teridentifikasi, maka memungkinkan seseorang untuk berbicara tentang moralitas, yakni memakai kata-kata atau konsep-konsep semacam “seharusnya” atau “sepatutnya” (ought / should). Demikianlah aksiologi terdiri dari analisis tentang kepercayaan, keputusan, dan konsep-konsep moral dalam rangka menciptakan atau menemukan suatu teori nilai.
Terdapat dua kategori dasar aksiologis; (1) objectivism dan (2) subjectivism. Keduanya beranjak dari pertanyaan yang sama: apakah nilai itu bersifat bergantung atau tidak bergantung pada manusia (dependent upon or independent of mankind)? Dari sini muncul empat pendekatan etika, dua yang pertama beraliran obyektivis, sedangkan dua berikutnya beraliran subyektivis.
1) Approach empiris adaalah masalah dan pengalaman yang real dalam kehidupan manusia
2) Approach artistik adalah suatu nilai yang memperkaya eksperimen manusia.Nilai artistik memberi isi dan kedalaman bagi pengalaman seseorang
3).Demokrasi as value (demokrasi sebagai nilai)
Demokrasi adalah nilai individual sekaligus sosial dengan demokrasi semua individual memiliki hak asasi
KBK (kurikulum 2004) sesuai dengan pandangan exiologi progresivisme ini.
Asas belajar menurut progresivisme:
1.Anak dan lingkungan
Anak adalah organisme yang mengalami suatu proses pengalaman ,sebab ia merupakan bahagian dan lingkungan yang selalu mengalami proses perubahan dan perkembangan
2.Kehidupan yang real sebagai proses belajar
Aliran progresivisme berpegang pada prinsip :
- Ilmu jiwa harus secara praktis membimbing proses pendidikan sejalan dengan prinsip-prinsip filsafat progmaits ,mempunyai sifat dinamis,mempunyai semangat hasrat ingin tahu.
- Abaelajar sesungguhnya adalah pengalaman yang wajar.Diam PPB yang aktif adalah siswa.Lingkungan sangat berpengaruh dalam proses perubahan dan perkembangan
- Fungsi belajar berkembang sesuia dengan intelegensi anak.
- Simulasi dan respon akan berkembang lebih efektif melalui latihan yang real pada lingkungan yang dapat memperbaiki tingkah laku.
Kurikulum Proggersivisme
Kurikulum yang tepat pada aliran progresivime
- Mempunyai nilai edukatif
- Mempunyai metode yang universal dan metode yang experiment dan banyaknya inisiatif
- Kurukiulum progresivisme bergerak secara dinamis
Isi kurikulum mendorong perkembangan pribadi anak yang meliputi minat berpikir dan kemampuan praktis.
Tipe-tipe kurikulum :
1. Terorganisasi yang digunakan sebgai langkah untuk mencari pola dan design yang baru
2. Mempunyai kolerasi (hubungan)
3. Pengelompokan dalam suatu bidang pengetahuan
4. Mata pelajaran memberikan pengalaman dasar sebagai kebutuhan umum yang utama
5. Kurikulum mengutamakan pengalaman.
Entri Populer
-
FILSAFAT PENDIDiKAN TENTANG Aliran Filsafat Pendidikan Progesivisme Disusun Oleh: MEGA SISKA TEKNOLOGI PENDI...
-
DASAR-DASAR KOMPUTER Oleh: ME...
-
sedikit berbagi ilmu,,,,,
-
http://search.handycafe.com/search?safe=on&ie=UTF-8&client=pub-7306344808645313&cx=013955466593138379775%3Ao59n-hjoshe&cof=F...
-
ehheheehhheehh,,, i think this wonderful.... i can doing.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar